Melampaui Tradisi Skripsi: Mahasiswa PMI UIN SAIZU Raih Kelulusan Berbasis Publikasi Jurnal Ilmiah

PURWOKERTO – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Dua mahasiswa PMI, Faizal Nur Rachman dan Zulfikar, berhasil menyelesaikan studinya melalui jalur publikasi jurnal ilmiah dengan mengangkat tema pemberdayaan masyarakat dari perspektif yang berbeda.

Faizal Nur Rachman, mahasiswa angkatan 2022, berhasil menyelesaikan salah satu syarat akademik melalui jalur publikasi jurnal ilmiah. Keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen Faizal dalam mengembangkan budaya menulis ilmiah sekaligus menghadirkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, menulis jurnal bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan upaya mengabadikan gagasan yang lahir dari realitas sosial.

“Bagi saya, menulis jurnal bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi sebuah ikhtiar untuk mengabadikan gagasan yang lahir dari realitas masyarakat. Ilmu akan menemukan maknanya ketika mampu memberi manfaat bagi sesama,” ungkap Faizal.

Artikel ilmiah yang ditulis Faizal berjudul “The Role of Communities in Agrarian Conflict Resolution Based on Local Wisdom and Environmental Justice (Case Study of Widarapayung Emerging Land, Cilacap)” telah diterbitkan pada Danadyaksa: Post Modern Economy Journal, Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026. Penelitian tersebut mengkaji peran masyarakat dalam menyelesaikan konflik agraria melalui pendekatan kearifan lokal dan keadilan lingkungan dengan studi kasus di Tanah Timbul Widarapayung, Kabupaten Cilacap.

Sementara itu, Zulfikar berhasil menyelesaikan studinya melalui jalur publikasi jurnal ilmiah dengan mengangkat tema pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian. Artikel ilmiah yang ditulisnya berjudul “Integrasi Pemasaran Berbasis Kemitraan Petani Nanas Madu di Desa Belik: Penguatan Kesejahteraan Petani melalui Akses Pasar Premium” (Partnership-Based Marketing Integration of Honey Pineapple Farmers in Belik Village: Strengthening Farmer Welfare through Premium Market Access). Penelitian tersebut membahas strategi integrasi pemasaran berbasis kemitraan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani nanas madu melalui perluasan akses menuju pasar premium.

Keduanya mengaku proses publikasi jurnal tidaklah mudah. Faizal harus melalui tahapan pengumpulan data, penyusunan artikel, revisi berulang, hingga menerima berbagai masukan dari pembimbing dan reviewer. Sementara itu, Zulfikar menghadapi revisi artikel hingga empat kali sebelum akhirnya dinyatakan diterima oleh jurnal.

“Rasanya seperti melihat benih kecil yang lama dirawat akhirnya tumbuh menjadi pohon. Ada rasa syukur, haru, dan bahagia karena setiap proses yang dilalui akhirnya membuahkan hasil,” ujar Faizal.

“Jujur saja, artikel saya sempat kena revisi sampai empat kali. Berkali-kali saya merasa down, bahkan sempat berpikir untuk menyerah. Tapi ketika akhirnya ada notifikasi accepted dari jurnal, rasanya bukan cuma senang, tetapi seperti beban berat di pundak hilang seketika,” ungkap Zulfikar.

Bagi Faizal, publikasi jurnal bukan menjadi akhir perjalanan akademiknya. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal untuk terus menghasilkan penelitian yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Senada dengan itu, Zulfikar berharap pengalaman tersebut menjadi pembuka jalan untuk terus meningkatkan kemampuan menulis serta menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap ini menjadi pembuka jalan untuk terus belajar menulis dan lebih peka terhadap isu-isu di sekitar. Pengalaman ini juga membuat saya lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan,” kata Zulfikar.

Keduanya juga memberikan motivasi kepada mahasiswa lain agar tidak takut memulai maupun menghadapi proses panjang dalam menulis karya ilmiah.

“Jangan takut memulai hanya karena merasa belum sempurna. Teruslah belajar, teruslah mencoba, dan jangan lelah memperbaiki diri. Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan waktunya untuk bersinar,” pesan Faizal.

“Jangan takut sama revisi. Capek itu wajar, mau menyerah itu manusiawi, tapi selesaikan apa yang sudah kalian mulai. Hasil akhir itu bonus, yang paling mahal adalah pelajaran yang kalian dapat selama proses perjuangannya,” tambah Zulfikar.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa PMI UIN Saizu untuk terus meningkatkan budaya literasi, riset, dan publikasi ilmiah sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.