πŸ‘‘βœ¨ ‘Seminar Sultan’ di BLK Purbalingga: HMPS PMI UIN Saizu Gass Poll Bikin Glow Up Komunitas!

Purbalingga, 25 Oktober 2025 – HMPS PMI (Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto baru aja pecah banget! Mereka sukses ngegelar seminar Pemberdayaan di BLK Purbalingga yang isinya ilmu daging dan anti-garing. Acaranya enggak cuma buat nambah sertifikat, tapi buat ‘upgrade’ mindset dan skill yang cuan abis!

πŸ’” Sesi 1: Penanggulangan HIV/AIDS Sat Set Biar Perempuan & Anak Strong!

Sesi pertama langsung nendang dengan tema yang sensitif tapi penting banget: β€œPenanggulangan HIV dan AIDS untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak.”

HMPS PMI mengundang expert keren, Ibu Rina Sangadah, M.Pd., dari Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS (KPA) Kabupaten Purbalingga. Ibu Rina spill habis tentang realita HIV/AIDS dan gimana caranya kita sebagai Gen Z agent of change bisa support dan protect kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.

  • Poin Penting yang Nempel:
    • Pentingnya Awareness: Jangan sampai ‘julid’ atau ngejauhin ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Jauhi virusnya, support orangnya!
    • Fokus Pemberdayaan: Perempuan dan anak yang terdampak harus ‘berdaya’ (punya kekuatan) secara ekonomi dan sosial biar enggak terpuruk. Support system itu kunci!
    • Aksi Nyata: Mahasiswa diajak gercep jadi ‘pionir’ edukasi sehat di lingkungannya. No hoaks, yes informasi valid!

Kata Netizen (Peserta Seminar):

“Materinya berat tapi disampaikan smooth banget. Jadi makin sadar kalau Pemberdayaan itu enggak cuma soal duit, tapi juga soal kesehatan mental dan hak asasi,” ujar Shania, salah satu peserta seminar.

🎭 Sesi 2: Vibes Budaya Banyumas Bikin Healing dan Berdaya!

Seminar ini makin seru di sesi kedua yang enggak kalah menginspirasi! HMPS PMI collab bareng sejarawan sekaligus dosen UIN Saizu, KRHA Dr. Dimas Sastronagoro, yang ngangkat tema β€œPemberdayaan Masyarakat melalui Kebudayaan Banyumas.”

Dr. Dimas mengajak audiens flashback dan deep talk tentang kekayaan budaya Panginyongan. Intinya: Budaya lokal kita tuh aesthetic dan powerful buat ngangkat ekonomi dan identitas masyarakat!

  • Aksi Gokil yang Diusulkan:
    • UMKM Go International: Budaya seperti batik Banyumas, ebleg, atau kuliner khas bisa di-package ulang biar ‘hype’ dan ‘cuan’ di pasar global.
    • Local Wisdom sebagai Modal: Nilai-nilai luhur budaya bisa jadi modal sosial buat membangun desa yang mandiri.
    • Generasi Z Wajib Involved: Anak muda harus ‘nguri-uri’ (melestarikan) budaya, enggak cuma scroll-scroll TikTok, tapi juga ‘explore’ dan ‘create’ konten budaya yang positive vibes!

πŸš€ HMPS PMI UIN Saizu: Totalitas Bikin Perubahan!

Acara ini sukses mengguncang BLK Purbalingga dan membuktikan kalau mahasiswa PMI UIN Saizu serius dalam mewujudkan ‘Kampus Desa Mendunia’. Mereka enggak cuma ‘wacana’, tapi langsung ‘action’ dengan mengundang narasumber berkualitas tinggi!

Kesimpulannya: Seminar ini sukses parah, full inspirasi, dan bikin semua peserta auto ‘melek’ (sadar) pentingnya sinergi antara kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian budaya.


Gimana guys? Udah kepo banget sama detail tips empowering dari Ibu Rina Sangadah tentang cara support ODHA?