PURBALINGGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) berkolaborasi dengan Komunitas Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (FPM) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita pada Sabtu (6/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Muslimat Purbalingga tersebut dimulai pukul 19.00 WIB dengan menghadirkan Muhammad Zulfan sebagai narasumber.
Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita merupakan karya yang memotret realitas kehidupan masyarakat adat, ruang hidup mereka, serta berbagai tantangan yang muncul di tengah arus modernitas. Usai pemutaran film, peserta mengikuti sesi diskusi untuk membedah berbagai isu sosial yang diangkat dalam film tersebut.
Ketua HMPS PMI, Agus Saputra, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang edukasi dan diskusi bagi mahasiswa agar mampu meningkatkan budaya literasi, daya kritis, serta kepedulian terhadap isu-isu sosial.
“Kegiatan nobar film dokumenter Pesta Babi ini dilaksanakan sebagai ruang edukasi dan diskusi bagi mahasiswa. HMPS PMI bersama FPM ingin menghadirkan kegiatan yang dapat meningkatkan budaya literasi, daya kritis, serta kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu sosial yang diangkat dalam film,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat tradisi diskusi ilmiah dan bertukar pandangan secara terbuka di lingkungan kampus. Ia menjelaskan bahwa Muhammad Zulfan dipilih sebagai narasumber karena dinilai memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman dalam membangun budaya diskusi.
“Kami menghadirkan Zulfan karena beliau dikenal sebagai sosok mahasiswa yang intelektual, kritis, dan aktif dalam membangun ruang-ruang diskusi di kampus. Sebagai Wakil Presiden Mahasiswa, beliau juga memiliki sudut pandang yang relevan untuk membedah isi film secara lebih mendalam,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas FPM, Maya Nur Aisah, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang yang baik untuk meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.
“Kegiatan nonton dan diskusi film Pesta Babi bersama HMPS PMI menjadi ruang yang baik untuk meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu-isu sosial, sekaligus mengajak peserta merefleksikan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap masyarakat,” tutur Maya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pendapat dan pertanyaan yang disampaikan selama sesi diskusi berlangsung.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan baik dan peserta cukup antusias. Banyak peserta yang aktif menyampaikan pendapat dan pertanyaan, sehingga diskusi terasa hidup dan produktif,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Agus juga mengapresiasi partisipasi peserta yang mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk terus dihadirkan guna membangun budaya intelektual di kalangan mahasiswa.
“Banyak peserta yang aktif menyampaikan pendapat dan pertanyaan, sehingga diskusi terasa hidup dan produktif. Kami melihat kegiatan seperti ini penting untuk terus dihadirkan agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis, terbuka terhadap berbagai perspektif, dan aktif dalam budaya intelektual di kampus,” ungkap Agus.
Ke depan, Maya berharap kolaborasi antara HMPS PMI dan Komunitas FPM dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.
“Saya berharap kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus berlanjut sebagai wadah bertukar gagasan dan memperluas wawasan. Selain itu, semoga kolaborasi ini semakin mempererat hubungan antara HMPS PMI dan Komunitas FPM sehingga ke depan dapat menghadirkan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bersama,” pungkasnya.