PURWOKERTO – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah, UIN SAIZU Purwokerto mencatatkan capaian membanggakan melalui mahasiswanya, Aktif Anjani. Keberhasilannya memublikasikan artikel ilmiah di Jurnal Ketahanan Nasional UGM (Terakreditasi Sinta 2) pada Senin (27/04/2026), menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan jalur publikasi sebagai pengganti skripsi.

Aktif Anjani mengungkapkan bahwa motivasinya menulis artikel ilmiah berawal dari pertanyaan kritis terhadap tugas akhir di kampusnya.
“Waktu itu saya bertanya-tanya, kenapa jarang yang menulis artikel sebagai tugas akhir? Apakah sangat sulit? Akhirnya saya menantang diri untuk menulis artikel hingga terbit di jurnal Sinta 2 agar saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya tadi.” Ungkap Aktif.
Proses tersebut ia mulai sejak Juni 2025 dengan pendampingan intensif. Meski sempat menghadapi dinamika dunia jurnal, termasuk penolakan, ia tetap gigih.
“Dalam proses, saya senang mendapatkan dosen pembimbing yang sangat membimbing dalam proses penulisan. Itu keberuntungan luar biasa. Namun, sebelum terbit di UGM, artikel saya pernah ditolak oleh jurnal lain.” Imbuhnya.
Imam Alfi, M.Si., selaku Sekretaris Prodi PMI sekaligus Dosen Pembimbing, menegaskan bahwa kampus berkomitmen kuat dalam memberikan jalur alternatif bagi mahasiswa yang memiliki minat di dunia kepenulisan ilmiah.
“Jurnal ilmiah merupakan indikator kecendekiawanan seseorang. Oleh karena itu, kampus memiliki komitmen kuat kepada para mahasiswa untuk mengembangkan diri di dunia perjurnalan.” Ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa fakultas telah menyiapkan kebijakan yang memudahkan mahasiswa. “Saya mendorong seluruh mahasiswa PMI untuk ikut berpartisipasi dalam jalur publikasi ini. Ada support system dari fakultas melalui kebijakan tugas akhir pengganti skripsi. Mari kita dukung dan semarakkan, karena ini peluang yang sangat potensial bagi mahasiswa PMI.” Tegasnya.
Keberhasilan Aktif Anjani diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengambil jalur publikasi. Di akhir wawancara, ia menitipkan pesan penyemangat bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya.
“Saya berharap agar para rekan-rekan mahasiswa lainnya dimudahkan dalam menyelesaikan tugas akhir. Dan perlu diingat bahwa tugas akhir tidak menguji seberapa kita pintar, tetapi seberapa kita kuat dan bertahan untuk tidak menyerah.” Tutup Aktif.