PURBALINGGA – Komunitas Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (FPM) melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Panican, Purbalingga, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan program Desa Binaan yang melibatkan pemerintah desa, kepala dusun, perwakilan warga, serta anggota Komunitas FPM.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Desa Panican serta Bapak Aziz Wahyono, S.Tr.Sos., M.Sos., ICAPI selaku Pembina Komunitas FPM. Setelah itu, para peserta melakukan penanaman dan penyiraman tanaman TOGA secara bersama-sama di lahan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Setiap kepala dusun turut mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Komunitas FPM merupakan wadah bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, untuk belajar dan terlibat secara langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan seperti penanaman TOGA, mahasiswa memperoleh ruang untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari selama perkuliahan sekaligus membangun kerja sama dengan masyarakat.

Setelah proses penanaman selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat atau kenang-kenangan kepada pihak desa sebagai bentuk apresiasi dan simbol kerja sama antara Komunitas FPM dengan Pemerintah Desa Panican. Para peserta kemudian mengikuti pembagian doorprize sederhana sebelum kegiatan ditutup bersama.
Ketua Komunitas FPM, Maya Nur Azisah, menyampaikan rasa senang dan syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia berharap tanaman TOGA yang telah ditanam dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Kami sangat senang dan bersyukur kegiatan penanaman TOGA ini dapat terlaksana dengan baik dan mendapat partisipasi dari berbagai pihak. Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada proses penanaman saja, tetapi tanaman yang telah ditanam dapat terus dirawat, dimanfaatkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat ke depannya. Bagi kami, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar dan terlibat secara langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.