Purwokerto – Mahasiswa prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) mengikuti ujian komprehensif pada Senin (9/2/2026). Ujian dilaksanakan di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto.
Ujian ini diperuntukan kepada mahasiswa yang telah lulus seluruh mata kuliah yang telah diambil. Tujuan dari ujian komprehensif adalah mengukur pemahaman pribadi mahasiswa, bukan sekadar informasi yang dapat dicari di internet.
Tak hanya itu, selama ujian berlangsung gadget tidak dikumpulkan. Hal ini karena melatih kemandirian mahasiswa agar mampu berfikir tanpa bantuan alat digital, juga melatih kejujuran. Soal yang diujikan sesuai pemahaman mahasiswa dengan berdasarkan materi yang telah dipelajari selama bangku perkuliahan.
Ketua prodi PMI, Agus Sriyanto, S. Sos., M.Si. menyebutkan bahwa penilaian ujian didasarkan pada tulisan atau karya tulis yang dibuat oleh mahasiswa. Mahasiswa juga mendapat kebebasan menulis sesuai dengan apa yang diminati.
“Mahasiswa kami berikan kebebasan dalam menulis dengan disesuaikan apa yang mereka minati serta bakat unik mereka masing-masing. Kita sebut aja One Person One Passion.” Tegasnya.
Ia menambahkan pesan kepada semua mahasiswa PMI yang belum mengikuti ujian komprehensif agar mempersiapkan ujian dengan memahami apa yang sudah mereka dapatkan. Lebih dari itu, mahasiswa juga harus memahami apa yang mereka tulis, apabila tidak memahami lebih baik jangan ditulis.

Mahasiswa PMI, Anjani menyampaikan bahwa dengan terlaksananya ujian komprehensif ini membuat para mahasiswa yang mengikuti ujian merasa lebih lega, karena apa yang mereka pelajari dan pahami banyak yang muncul saat ujian. Sehingga hal ini, memenuhi ekspektasi para mahasiswa terhadap kelulusan ujian komprehensif.
“Ujiannya masih tergolong mudah, apa yang saya pelajari dan pahami juga banyak yang keluar saat ujian. Menurut saya, jadi sesuai dengan ekspektasi saya sebelumnya.” Ujarnya.