PURBALINGGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) menggelar kegiatan Sekolah Pemberdayaan Vol. 1 pada Minggu (17/05/2026) di Pendopo Cahayana, Purbalingga. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Ageng Widodo, M.A sebagai narasumber kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pemberdayaan yang berkelanjutan. Ageng Widodo, M.A menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui penyampaian gagasan, tetapi juga membutuhkan contoh nyata dan pendampingan kepada masyarakat.
“Sebagai mahasiswa PMI, kalian harus menjadi contoh nyata bagi masyarakat dengan membuat dan melaksanakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.” Tegas Ageng.

Selain itu, kegiatan Sekolah pemberdayaan merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa prodi PMI kepada masyarakat. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam di salah satu desa di Purbalingga dengan tujuan memahami permasalahan masyarakat, menggali potensi desa, serta menghadirkan program pemberdayaan yang bermanfaat.
Pada tahun ini, Sekolah Pemberdayaan dibagi menjadi dua tahap, yaitu Vol 1 sebagai pembekalan materi dan penguatan kapasitas peserta, kemudian Vol 2 sebagai tahap pengabdian langsung di tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi bentuk evaluasi dan pengembangan dari kegiatan sebelumnya agar pelaksanaan pengabdian menjadi lebih matang dan terarah.
Ketua Pelaksana Sekolah Pemberdayaan, Panggih Rahman Raharjo, yang menilai bahwa Sekolah Pemberdayaan menjadi ruang bagi mahasiswa PMI untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan.
“Mahasiswa PMI perlu belajar langsung di masyarakat karena sangat disayangkan jika hanya memahami teori tanpa mampu mengimplementasikannya.” Katanya.
Dengan adanya kegiatan ini, Ketua HMPS PMI, Agus Saputra berharap agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang lebih peduli, mampu bekerja sama, serta memiliki semangat pengabdian yang sesuai dengan nilai-nilai keilmuan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya belajar tentang masyarakat, tetapi juga belajar menjadi manusia yang lebih peduli, mampu bekerja sama, dan membawa manfaat bagi sesama.” Tutupnya.