Raih Predikat Wisudawan Terbaik Prodi PMI, Seni Mengelola Waktu Versi Sabila Selcy Hermiza

PURWOKERTO – Suasana khidmat menyelimuti ruang prosesi Wisuda ke-70 UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Di tengah ribuan pasang mata, sebuah nama dipanggil untuk menaiki podium kehormatan. Sabila Selcy Hermiza, S.Sos resmi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik program studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah, pada Selasa (31/3/2026).

Bagi banyak orang, predikat ‘terbaik’ mungkin sekadar deretan angka IPK yang sempurna. Namun bagi Sabila, pencapaian dan gelar itu adalah hasil dari Proses Panjang yang telah dilalui dengan penuh perjuangan. Mulai dari proses perkuliahan dan belajar, tugas-tugas yang menumpuk, serta momen-momen Lelah dan hampir menyerah.

“Jujur, saya sempat terdiam beberapa detik karena seolah tidak percaya perjalanan panjang ini sampai di titik itu,” ujar Sabila mengenang momen namanya dipanggil sebagai wisudawan terbaik.

Selama masa perkuliahan, Sabila menghadapi tantangan dalam perjalanan kesuksesannya. Dari cara membagi waktu dan menjaga konsistensi di tengah berbagai tanggung jawab sebagai mahasiswa yang tidak hanya dituntut untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi, sosial, maupun pengembangan diri.

Di samping itu, dalam menjaga motivasi agar tetap stabil, ada kalanya merasa lelah, jenuh, bahkan sempat meragukan kemampuan diri sendiri. Namun, baginya belajar dan berproses di perkuliahan memang tidak selalu berjalan mulus, dan justru adakalanya mahasiswa ditempa.

Sabila berusaha melewati semua itu adalah dengan belajar manajemen waktu dan menentukan skala prioritas. Ia mulai membuat perencanaan yang lebih terstruktur, membiasakan diri untuk tidak menunda pekerjaan, serta berusaha disiplin terhadap target yang sudah ditentukan.

“Saya berusaha menajemen waktu, menentukan skala prioritas, dan selain itu, saya juga berusaha menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat agar tidak mudah burnout.”

Walau banyak yang harus ia kerjakan, ia tidak pernah lupa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia percaya bahwa setiap proses yang dijalani akan terasa lebih ringan ketika melibatkan Allah di dalamnya. dukungan dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, dosen, dan teman-teman, juga menjadi faktor penting yang membantuya untuk tetap bertahan dan terus melangkah.

Mahasiswi Fakultas Dakwah ini berhasil membuktikan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada manajemen waktu yang presisi dan kedisiplinan dalam mengerjakan tugas lebih awal agar tidak menjadi beban saat menjalankan agenda sosial. Sabila menekankan bahwa keberhasilannya menyeimbangkan berbagai tanggung jawab selama 3,5 tahun masa kuliah berakar pada satu prinsip utama:

“Kunci utama dalam menyeimbangkan antara akademik dan kegiatan organisasi adalah komitmen, manajemen waktu, serta kemampuan mengenali batas diri.” Tekannya.

Dengan memanfaatkan lingkungan akademik UIN Saizu yang mengintegrasikan nilai keilmuan dan keislaman, ia mampu membentuk karakter tanggung jawab yang membawanya melangkah mantap menuju podium kehormatan sebagai lulusan terbaik prodi PMI.

Sabila berpesan kepada mahasiswa yang masih berjuang agar tidak terjebak dalam budaya membandingkan diri dengan orang lain. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki ‘jam waktu’ masing-masing.

“Fokuslah pada proses diri sendiri dan terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari. Jangan takut mencoba hal baru dan libatkan Tuhan dalam setiap langkah. Percayalah, setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak akan pernah sia-sia,” tutupnya.

Capaian Sabila Selcy di Wisuda ke-70 ini menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika bahwa prestasi akademik yang tinggi dan keaktifan organisasi bisa berjalan beriringan, selama ada kemauan untuk disiplin dan manajemen diri yang matang.